18 Apr 2019
Investment Strategic
Dalam berinvestasi, tidak ada metode / strategi investasi yang terbaik. Strategi terbaik adalah ketika anda sebagai investor nyaman dengan metode itu dan memberikan hasil investasi sesuai dengan harapan investor secara berkesinambungan.
Pada umumnya, berdasarkan cara berinvestasi dibagi dalam dua metode, yaitu:
1. Investasi berkala (periodic investment)
2. Investasi Satu Kali Penempatan (One Time Investment)

1. INVESTASI BERKALA (PERIODIC INVESTMENT)
Metode investasi berkala biasanya tidak terlalu memperhatikan faktor kenaikan / penurunan harga, karena strategi ini menganut prinsip Dollar Cost Averaging (investor membeli secara rutin walaupun instrument yang dibeli sedang tinggi ataupun rendah harganya). Strategi investasi ini lebih aman dibandingkan dengan berinvestasi secara one time investment. Berikut adalah ilustrasi dari strategi Dollar Cost Averaging :

Ilustrasi
Misal Mr.Andy ingin menginvestasikan uang sejumlah 40 juta rupiah dengan membeli saham A.

Pada tahun pertama , Mr.Andy menginvestasikan 10 juta rupiah dengan membeli saham A yang harganya 10.000 rupiah / lembar.

Pada tahun kedua , Mr.Andy menginvestasikan 10 juta rupiah lagi dengan membeli saham A, di mana harga saham A mengalami penurunan menjadi 7.500 rupiah / lembar.

Pada tahun ketiga, Mr.Andy menginvestasikan 10 juta rupiah lagi dengan membeli saham A, di mana harga saham A mengalami penurunan menjadi 5.000 rupiah / lembar.

Pada tahun keempat, Mr.Andy menginvestasikan 10 juta rupiah lagi dengan membeli saham A, di mana harga saham A mengalami penurunan menjadi 2.500 rupiah / lembar.

Pada tahun kelima, saham A mengalami rebound dan harganya menjadi 6.000 rupiah / lembar, kemudian Mr.Andy memutuskan untuk menjual keseluruh sahamnya.

Berapa besar kerugian Mr.Andy karena membeli saham A selama 4 tahun berturut-turut ?

Mr.Andy tetap PROFIT karena Mr.Andy membeli saham dengan prinsip DCA (Dollar Cost Averaging).
Dengan melihat table di atas, Mr.Andy di tahun kelima sudah mempunyai 8.333 lembar saham A, di mana jika dia menjual sahamnya, dia akan mendapatkan uang sebesar 8.333 x 6.000 = 49.998.000. Modal awal yang dikeluarkan oleh Mr.Andy sebesar 40.000.000

Walaupun harga saham terlihat turun terus menerus, Mr.Andy tetap profit 9.998.000 di tahun ke 5 ketika harga sahamnya mengalami rebound.

Dengan melihat table di atas, Mr.Andy di tahun kelima sudah mempunyai 8.333 lembar saham A, di mana jika dia menjual sahamnya, dia akan mendapatkan uang sebesar 8.333 x 6.000 = 49.998.000. Modal awal yang dikeluarkan oleh Mr.Andy sebesar 40.000.000

Walaupun harga saham terlihat turun terus menerus, Mr.Andy tetap profit 9.998.000 di tahun ke 5 ketika harga sahamnya mengalami rebound.

2. INVESTASI SATU KALI PENEMPATAN (ONE TIME INVESTMENT)

Strategi ini biasanya cocok untuk mereka yang mempunyai dana dalam jumlah yang besar. Investor hanya melakukan penempatan modal investasi satu kali saja dan kemudian menunggu investasinya berkembang. Strategi ini lebih agresif dan beresiko namun return yang didapatkan dapat sangat besar jika ditempatkan pada instrument investasi yang pas. Strategi ini juga mengusung prinsip yang sangat disukai oleh salah satu orang terkaya di dunia, Warren Buffet, yaitu Compound Interest (bunga berbunga).

Ilustrasi Compound Interest

Misal Mr.Andy melakukan penempatan investasi sebesar 100 juta rupiah. Ia berencana untuk mengambil investasinya sesudah 10 tahun, dan ia menaruh uangnya di instrument investasi yang memberikan bunga 10% / tahun.
Pada ilustrasi, modal investasi awal Mr.Andy sebesar 100 juta rupiah sudah berkembang menjadi sekitar 259 juta rupiah di akhir tahun ke-10 atau kurang lebih sebesar 2.5x lipat dengan memanfaatkan system compound interest.

Copyright 2019 © All rights reserved Chrimacore
Website Development By Kibo Creative
CONTACT US
Tel: +6231 9924 1968
Tel: +6281 2345 88577
Email : info@chrimacore.com
OFFICE ADDRESS
Jl. Argopuro No.55A Sawahan
Kec. Sawahan - Surabaya
Jawa Timur 60251